Krisis Air Bersih? 4 Upaya ini Solusinya!

Krisis Air Bersih? 4 Upaya ini Solusinya!
Krisis air bersih saat ini menjadi salah satu permasalahan global yang harus segera diatasi. Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh manusia. Di dunia saat ini hanya 2,5 persen jumlah air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Bahkan hanya 1 persen saja jumlah air yang dapat dikategorikan sebagai air bersih. Ini menunjukkan bahwa semakin lama jumlah air bersih semakin menipis dan menunjukkan adanya potensi ancaman bagi ketersediaan air bersih.
Penyebab dan Dampak Krisis Air Bersih
Penyebab dari krisis disebabkan oleh banyak faktor seperti pembuangan sampah pada saluran air, perubahan iklim, migrasi penduduk dan sebagainya. Dampak dari adanya krisis bersifat luas seperti penyebaran penyakit, rusaknya ekosistem atau lingkungan dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Indonesia Terancam Krisis Air Bersih
Saat ini Indonesia dikatakan akan mengalami krisis pada pertengahan tahun 2025. Ini disampaikan pada laporan Forum Air Dunia, bahkan BRIN pada tahun 2019 pernah memprediksi bahwa pulau Jawa akan mengalami krisis pada tahun 2040. Beberapa daerah di Indonesia masih banyak yang mengalami krisis seperti misalnya di NTT, NTB dan Jawa. Permasalahan ini harus segera diatasi oleh pemerintah baik daerah maupun pusat. Lalu, upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi krisis tersebut?
4 Upaya yang Dapat Mengurangi krisis air bersih
Untuk mencegahnya, mari kita bahas upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi krisis dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Tidak Membuang Sampah pada Saluran Air
Cara ini paling mudah untuk dilakukan dalam mengurangi krisis air bersih. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa membuang sampah pada saluran air atau selokan berpotensi untuk membuat saluran tersebut tersumbat. Akibatnya adalah dapat menyebabkan lingkungan dan ekosistem di sekitar rusak. Jika lingkungan dan ekosistem sekitar telah rusak maka akan berpotensi untuk mengancam kesehatan manusia dengan berbagai macam penyakit seperti diare dan penyakit kulit. Maka, membuang sampah pada saluran air ini memerlukan kesadaran terhadap diri sendiri untuk selalu menjaga kebersihan di sekitar lingkungan kita. Gotong royong dapat menjadi solusi untuk membersihkan lingkungan tempat kita tinggal, sehingga kita telah berkontribusi untuk mengurangi krisis air bersih.
2. Membuat Penampungan Air Hujan
Indonesia sendiri memiliki dua musim, diantaranya yaitu musim hujan dan musim kemarau. Bak penampung diperlukan untuk menampung air hujan yang kemudian dapat dimanfaatkan berbagai keperluan seperti mencuci baju, menyiram tanaman dan sebagainya. Air hujan dapat menjadi alternatif dari ketergantungan air tanah selain itu penggunaan air hujan juga dapat menghemat tagihan air bulanan. Menggunakan air hujan sebagai pengganti air bersih kita juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi krisis air bersih yang ada.
3. Menghemat Penggunaan Air
Menghemat penggunaan air memang terlihat sepele, namun seringkali kita tidak menyadari bahwa telah melakukan pemborosan air. Seperti misalnya kita mandi terlalu lama, lupa menutup kran air, dan sebagainya. Akibatnya jika kita sering melakukan pemborosan air maka sama saja dengan menambah krisis air bersih. Selain itu, pemborosan air juga membuat tagihan air bulanan semakin naik. Menggunakan air secukupnya menjadi langkah awal untuk kita dalam menghemat air bersih.
4. Melakukan Reboisasi / Melakukan Penanaman Pohon
Pohon dapat menyimpan air dan juga melakukan filtrasi zat-zat berbahaya yang ada di dalam air melalui akarnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan reboisasi atau penanaman pohon mengingat sifat yang dimiliki pohon dalam mengatasi ketersediaan air bersih. Semakin banyak pohon yang ada di dunia, maka semakin banyak juga cadangan air bersih yang dapat kita manfaatkan.
Kesimpulan
Krisis ini harus segera diatasi karena dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan dan ekonomi. Terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi krisis ini seperti tidak membuang sampah ke saluran air, menggunakan air hujan sebagai alternatif, menghemat penggunaan air dan melakukan reboisasi.
Editor: Zam
