Ancaman Gagal Panen, Ini Solusi Irigasi untuk Petani Indonesia
Ancaman Gagal Panen, Ini Solusi Irigasi untuk Petani Indonesia

Musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia kini kembali berdampak serius terhadap sektor pertanian. Salah satu daerah yang terdampak paling berat adalah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Menurut laporan Tribun Aceh, para petani padi di kawasan ini mulai mengalami kekeringan lahan akibat berkurangnya debit air secara drastis. Jika tidak segera ditangani dengan solusi irigasi yang tepat, ribuan hektar lahan terancam gagal panen.
Dampak Kekeringan untuk Pertanian Padi
Fenomena kekeringan seperti yang terjadi di Abdya bukanlah hal baru. Musim panas yang berkepanjangan antara Juni hingga September 2024 juga pernah melanda kawasan Bali sehingga menyebabkan jadwal tanam di subak-subak tertunda, pertumbuhan vegetatif padi terganggu, dan proses penyiangan menjadi sangat sulit. Seperti yang dialami petani di Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu, kekeringan juga mengakibatkan putusnya aliran air karena proyek irigasi di hulu.
Petani setempat harus melakukan berbagai upaya darurat untuk mengatasi masalah kekeringan ini. Berbagai cara dicoba termasuk penerapan sistem gilir air, pemanfaatan sumber air cadangan, hingga patroli air. Namun, langkah ini membutuhkan biaya dan tenaga lebih, apalagi saat gulma
seperti rumput teki dan genjer tumbuh tak terkendali akibat kondisi yang tidak stabil. Akibatnya, produktivitas lahan menurun dan penghasilan petani ikut terdampak. Dalam kondisi ini, para petani membutuhkan solusi masalah pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien.
Pompa Air Tenaga Surya Atasi Kekeringan di Lahan Pertanian
Hadir sebagai inovasi modern dan ramah lingkungan, pompa irigasi bertenaga surya dari Rejaton menjadi jawaban atas persoalan klasik kekeringan di lahan pertanian. Teknologi ini mampu memompa air dari sumur, danau, dan sungai tanpa ketergantungan pada listrik PLN maupun bahan bakar bensin.
Rejaton menawarkan dua jenis pompa pertanian yaitu Pompa Submersible AC/DC dan Pompa Submersible DC. Pompa Submersible AC/DC bekerja dengan memanfaatkan sinar matahari dan listrik dan memiliki kemampuan untuk mengalirkan air selama 24 jam penuh. Selanjutnya, Pompa Submersible DC menghadirkan solusi yang lebih ekonomis dan minim perawatan karena tidak menggunakan baterai dan cocok untuk daerah dengan intensitas cahaya tinggi.
Dengan pompa tenaga surya, petani bisa mengairi lahan hingga 10 hekta tanpa takut tagihan listrik membengkak. Teknologi ini juga didukung layanan purna jual yang responsif dan jaminan garansi hingga 2 tahun.
Solusi irigasi ini cocok untuk program dana desa, proyek ketahanan pangan, hingga CSR perusahaan. Dengan pemanfaatan energi matahari, petani bisa
menanam tanpa harus menunggu hujan turun.
Wujudkan Swasembada Pangan dengan Teknologi Terbarukan
Kini saatnya petani Indonesia bangkit dari ancaman gagal panen. Dengan memanfaatkan pompa bertenaga surya dari Rejaton, lahan tetap produktif meskipun musim kemarau berkepanjangan. Segera konsultasikan secara GRATIS kebutuhan irigasi pertanian dengan tim Rejaton. Hubungi sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, desain sistem sesuai kebutuhan, serta garansi resmi. Bisa juga hubungi kontak Rejaton dibawah ini.
Minato: CS Online
Instagram: RejatonPompaSurya Project: Rejaton Projects Facebook: Rejaton Pompa Surya Youtube: @RejatonPompaSurya Tiktok : @RejatonPompaSurya
Writer: Tika (Editor: Atha & Zam)
