Urgensi Jumlah Kebutuhan Air Bersih di Indonesia dan Gap dalam Pemenuhannya

Urgensi Kebutuhan Air Bersih di Indonesia dan Gap dalam Pemenuhannya

kebutuhan air bersih
Dok. Rejaton

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak tergantikan. Di Indonesia, dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, kebutuhan air bersih terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi air bersih per kapita di perkotaan bisa mencapai lebih dari 150 liter per hari, sementara di pedesaan cenderung lebih rendah. Jika dikalikan dengan jumlah penduduk, total kebutuhan nasional akan air bersih mencapai angka yang sangat besar.

Namun, ketersediaan air bersih tidak selalu berbanding lurus dengan kebutuhan. Beberapa daerah, terutama di wilayah timur Indonesia, masih mengalami kesenjangan signifikan. Faktor geografi, infrastruktur terbatas, hingga kondisi iklim membuat akses air bersih tidak merata.

Gap dalam Pemenuhan Air Bersih

Kesenjangan tersebut terlihat dari perbedaan antara kota besar dan daerah terpencil. Di perkotaan, mayoritas rumah tangga sudah terkoneksi dengan jaringan PDAM, meskipun kualitas dan kontinuitasnya kadang masih menjadi masalah. Sebaliknya, di banyak desa masyarakat masih mengandalkan sumur gali, sungai, atau bahkan menampung air hujan.

Kondisi ini diperparah oleh pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan sumber daya air. Musim kemarau panjang menyebabkan debit sungai menurun, sumur kering, dan waduk tak lagi mampu menampung pasokan yang cukup. Akibatnya, gap antara kebutuhan dan pemenuhan air bersih semakin melebar.

Upaya Pemerintah

Pemerintah Indonesia menyadari tantangan besar ini dan telah menggulirkan berbagai program. Salah satunya adalah program 100-0-100: 100% akses air minum layak, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi layak. Pembangunan jaringan perpipaan, penyediaan embung, serta rehabilitasi sarana air bersih menjadi fokus utama.

Namun, program tersebut masih menghadapi kendala klasik: biaya infrastruktur yang tinggi, distribusi geografis yang sulit, serta ketergantungan pada energi fosil dalam operasional pompa air. Karena itu, inovasi berbasis energi terbarukan menjadi salah satu solusi yang kini mulai dilirik.

Pompa Air Tenaga Surya: Solusi Distribusi Air Bersih

Salah satu teknologi yang menjanjikan adalah pompa air tenaga surya. Sistem ini memanfaatkan energi matahari untuk memompa air dari sumur, sungai, atau embung, sehingga dapat mendistribusikan air ke lokasi yang membutuhkan tanpa ketergantungan pada listrik PLN atau BBM.

Keunggulan pompa air tenaga surya antara lain:

  • Efisien dan ramah lingkungan: tidak menghasilkan emisi dan bisa bekerja sepanjang ada cahaya matahari.

  • Hemat biaya operasional: setelah investasi awal, biaya pemakaian hampir nol karena tidak perlu membeli bahan bakar.

  • Fleksibel: bisa dipasang di daerah terpencil yang jauh dari jaringan listrik.

  • Tahan lama dan perawatan sederhana: hanya butuh pembersihan panel surya dan pemeriksaan rutin.

Dengan sistem yang dirancang baik, pompa air tenaga surya mampu membantu pemerintah memperkecil gap distribusi air bersih, khususnya di daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan perpipaan.

Menuju Akses Air Bersih yang Merata

Air bersih adalah hak setiap warga negara. Upaya pemerintah dalam meningkatkan distribusi harus didukung oleh inovasi teknologi dan partisipasi masyarakat. Di sinilah peran Rejatonergi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan Air Bersih di seluruh wilayah Indonesia. Percayakan kebutuhan Pompa Air Tenaga Surya untuk kebutuhan rumah tangga, industri, pertanian, dan perkebunan, KONSULTASIKAN SEGERA DISINI untuk informasi lebih lanjut.

Minato: CS Online Instagram: RejatonPompaSurya Project: Rejaton Projects Facebook: Rejaton Pompa Surya Youtube: @RejatonPompaSurya Tiktok : @RejatonPompaSurya

Writers : Kahfi

Similar Posts

© copyright Reja Aton Energi 2025