Memaksimalkan Dana Proyek: Strategi Efisiensi Anggaran dengan Pompa Air Tenaga Surya
Memaksimalkan Dana Proyek: Strategi Efisiensi Anggaran dengan Pompa Air Tenaga Surya

Proyek penyediaan air irigasi dan air bersih sering terkendala biaya tinggi akibat penggunaan energi listrik PLN atau diesel. Di tengah fluktuasi harga energi global, masyarakat perlu strategi baru untuk menekan biaya pompa. Pompa Air Tenaga Surya (PATS) merupakan solusi efisien yang menawarkan biaya operasional rendah dan keberlanjutan jangka panjang .
Dengan memanfaatkan energi matahari yang melimpah di Indonesia, proyek-proyek air dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Efisiensi biaya pompa tenaga surya ini juga mendukung target energi terbarukan nasional.
Sistem Pemompaan Konvensional yang Bergantung pada PLN
Sistem irigasi konvensional berbasis listrik PLN maupun diesel memiliki berbagai keterbatasan:
- Biaya energi meningkat karena harga listrik dan bahan bakar cenderung naik dari tahun ke tahun.
- Keterbatasan adaptasi karena pompa tradisional beroperasi pada kecepatan tetap dan tidak bisa menyesuaikan kebutuhan air aktual.
- Catu daya tidak stabil apalagi di banyak daerah terpencil, pasokan listrik sering terputus.
- Perawatan tinggi karena mesin diesel memerlukan servis rutin, yang menambah biaya operasional.
Keterbatasan ini membuat efisiensi anggaran sulit dicapai bila proyek hanya mengandalkan sistem lama.
Pompa Air Tenaga Surya Sebagai Solusi Biaya Rendah
Pompa Air Tenaga Surya (PATS) hadir sebagai solusi transformatif dengan sejumlah keunggulan:
- Energi gratis dari matahari – tidak ada tagihan listrik bulanan.
- Perawatan minimal – komponen lebih tahan lama, membutuhkan perawatan sederhana.
- Pengoperasian fleksibel – teknologi Variable Frequency Drive (VFD) memungkinkan penyesuaian debit air sesuai kebutuhan.
- Reliabilitas di daerah off-grid – tetap berfungsi meskipun jaringan listrik tidak tersedia.
Jika dihitung, biaya operasional pompa surya bisa ditekan drastis. Misalnya, pompa listrik PLN rata-rata membutuhkan sekitar Rp3 juta per tahun untuk biaya listrik, ditambah Rp500 ribu untuk perawatan. Dalam lima tahun, totalnya mencapai Rp17,5 juta. Sedangkan, pompa diesel lebih tinggi lagi, dengan total biaya sekitar Rp23,5 juta.
Sementara itu, PATS tidak memerlukan biaya energi sama sekali. Pengguna hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp300 ribu per tahun untuk perawatan. Selama lima tahun, totalnya hanya Rp1,5 juta.
Artinya, ada potensi penghematan hingga Rp16 juta bila proyek menggunakan PATS dibandingkan pompa listrik. Hal ini akan memaksimalkan dana proyek agar hasilnya maksimal.
Faktor yang Menentukan Efisiensi PATS
Untuk memastikan efisiensi maksimal, beberapa aspek perlu diperhatikan:
- Kualitas panel surya
- Motor pompa efisien
- Baterai penyimpan energi
- Kondisi lingkungan
Dengan pemilihan komponen tepat, PATS jadi cara menekan biaya proyek air irigasi dan air bersih untuk pemerataan distribusi air di daerah yang membutuhkan di wilayah Indonesia.
Meskipun investasi awal PATS lebih tinggi, penghematan jangka panjangnya signifikan. Perbandingan biaya lima tahun menunjukkan penghematan besar dibandingkan pompa listrik PLN maupun diesel. Selain itu, teknologi ini mendukung target SDGs terkait air bersih dan energi terbarukan.
Rejaton kini menghadirkan model pompa tenaga surya canggih yang cocok untuk berbagai kebutuhan termasuk irigasi pertanian, akses air bersih masyarakat, hingga pasokan industri. Dengan menggunakan produk yang tepat, proyek air tidak hanya hemat biaya tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.
KONSULTASI GRATIS
Kami PT Reja Aton Energi siap menjawab pertanyaan Anda seputar Pompa Air Tenaga Surya berbagai merek dengan segudang manfaatnya. Hubungi kami sekarang juga untuk KONSULTASI GRATIS.
Minato: CS Online Instagram: RejatonPompaSurya Project: Rejaton Projects Facebook: Rejaton Pompa Surya Youtube: @RejatonPompaSurya Tiktok : @RejatonPompaSurya
Writer : Tikawidya (Editor : Kahfi)
