Pro Kontra 10 Daerah Penghasil Batubara di Indonesia

Pro Kontra 10 Daerah Penghasil Batubara di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam. Pernyataan tersebut sudah terpatri di benak seluruh warga Indonesia bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Faktanya, Indonesia memang dianugerahi sumber daya alam yang berlimpah, di mana batu bara menjadi salah satunya. Dengan sumber daya yang berlimpah, tak heran kalau batubara menjadi komoditas utama Indonesia di dalam maupun luar negeri.

Daerah Penghasil Batubara di Indonesia dan Besaran Cadangannya

Batubara merupakan komponen penting untuk pembangkit listrik di Indonesia. Pemanfaatan batubara sebagai tenaga untuk pembangkit listrik telah dilakukan sejak sumber daya tersebut pertama kali ditemukan di akhir abad ke-19. Seiring berjalannya waktu, potensi batubara di Indonesia semakin meningkat setelah ditemukannya cadangan batubara yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, meliputi:

1. Kalimantan Timur

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia pada akhir tahun 2023 mencatat bahwa Kalimantan Timur menyimpan cadangan batubara sebesar 11,59 miliar ton. Angka tersebut menjadikan daerah Kalimantan Timur sebagai penghasil batubara terbesar di Indonesia karena mengakumulasikan sekitar 38% dari total cadangan batubara di seluruh Indonesia.

2. Sumatera Selatan

Daerah penghasil batubara terbesar kedua di Indonesia adalah Sumatera Selatan. Dengan cadangan batubara sebesar 8,67 miliar ton yang dicatatkan Kementerian ESDM pada akhir tahun 2023, Sumatera Selatan dilaporkan mencatat produksi batubara sebesar 90 juta ton pada November 2023. Hal ini menjadi rekor baru dalam produksi batu bara di Sumatera Selatan karena angka tersebut merupakan angka produksi tertinggi sepanjang sejarah pertambangan di Sumatera Selatan.

3. Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan menjadi daerah penghasil batubara terbesar ketiga di Indonesia dengan cadangan batubara sebesar 3,91 miliar ton menurut Kementerian ESDM pada akhir tahun 2023 lalu.

4. Kalimantan Tengah

Daerah Kalimantan Tengah yang Ibukotanya terletak di Kota Palangkaraya punya cadangan batubara sebesar 2 miliar ton dan menjadikannya sebagai daerah penghasil batubara terbesar ke-4 di Indonesia.

5. Jambi

Daerah yang terletak di tengah-tengah Pulau Sumatera juga menyimpan cadangan batubara yang cukup besar. Jambi tercatat memiliki cadangan 1,66 miliar ton batubara. 

6. Kalimantan Utara

Kalimantan Utara menjadi Provinsi Kalimantan yang memiliki cadangan batubara paling rendah di antara ke-4 provinsi lain yang sudah disebutkan. Walaupun begitu, Kalimantan Utara yang menyimpan 531,57 juta ton cadangan batubara menjadi daerah penghasil batubara ke-6 terbesar di Indonesia.

7. Aceh

Terletak di ujung Pulau Sumatera, Aceh juga menjadi daerah penghasil batubara terbesar dengan menempati posisi ke-7. Cadangan batubara yang dimiliki Aceh dicatat sebesar 428,65 juta ton.

8. Riau

Riau yang menjadi bagian dari Pulau Sumatera juga termasuk ke dalam daerah penghasil batubara terbesar di Indonesia. Hal ini karena Riau dilaporkan menyimpan cadangan batubara sebesar 359,12 juta ton.

9. Bengkulu

Daerah Bengkulu yang terletak di Sumatera Selatan juga menjadi daerah penghasil batubara terbesar ke-9 di Indonesia dengan cadangan batubara sebesar 103,3 juta ton.

10. Sumatera Barat

Sumatera Barat menempati posisi terakhir dalam daerah yang menjadi penghasil batubara terbesar di Indonesia. Walaupun begitu, Sumatera Barat dilaporkan memiliki cadangan batubara sebesar 23,63 juta ton.

Baca Juga: PLTA di Indonesia: Menyoroti Manfaat dan Dampak Lingkungan

Pro dan Kontra Batubara

Besarnya cadangan sumber daya alam yang digunakan sebagai tenaga pembangkit listrik di Indonesia ini diperkirakan para ahli dapat mencukupi kebutuhan listrik untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan. Artinya, pasokan energi yang bersumber dari batubara di Indonesia masih sangat aman. Sayangnya, penggunaan batubara merupakan sumber daya alam yang merusak lingkungan.

Batu bara adalah sumber daya alam tidak terbarukan yang terbentuk dari sisa-sisa endapan tumbuhan dari jutaan tahun yang lalu dan telah melalui proses pembatubaraan. Proses ekstraksi batubara seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan seperti deforestasi dan degradasi lahan yang berdampak secara negatif pada keanekaragaman hayati. Lebih lanjut lagi, pengolahan batubara yang melalui proses pembakaran menghasilkan sulfur dalam bentuk gas belerang dioksida (SO2) dan karbon hitam dalam jumlah banyak. Hal ini menjadikan batubara sebagai bahan bakar yang paling kotor dan berdampak negatif terhadap lingkungan.

KESIMPULAN

Indonesia memiliki cadangan batubara yang melimpah, tersebar di berbagai daerah seperti Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan, yang menjadi komoditas utama untuk pembangkit listrik nasional. Meskipun batubara berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi, penggunaannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk deforestasi dan emisi gas berbahaya. Dengan demikian, meskipun cadangan batubara menjanjikan ketahanan energi jangka panjang, penting untuk mempertimbangkan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ini dan perlindungan lingkungan.

Editor: Zam

Similar Posts

© copyright Reja Aton Energi 2025