Solusi Krisis Air di Wilayah Perbatasan dengan Inovasi Pompa Tenaga Surya
Solusi Krisis Air di Wilayah Perbatasan dengan Inovasi Pompa Tenaga Surya

Sumber gambar: Unsplash
Di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste, air merupakan simbol kemandirian. Sayangnya, bagi banyak warga di sana, akses terhadap air bersih masih menjadi perjuangan panjang. Sejak awal tahun, beberapa keluarga berjalan 3 km demi air dari sumber kecil yang tak selalu cukup untuk kebutuhan harian.
Kondisi ini bukan cerita baru. Kekeringan dan terbatasnya infrastruktur air membuat wilayah perbatasan sering berada dalam posisi rentan. Saat kemarau panjang, sumber air tradisional mengering, dan warga harus menggantungkan harapan pada desa tetangga.
Krisis Air, Krisis Aktivitas
Ketika air sulit diperoleh, hampir semua aspek kehidupan terganggu. Pekerjaan rumah tertunda, kegiatan ekonomi melambat, dan anak-anak kehilangan waktu belajar karena harus membantu mencari air. Lebih parahnya dapat memicu risiko kesehatan, penyakit kulit hingga diare akibat penggunaan air yang tercemar.
Kondisi terparah terjadi pada 2014, saat warga terpaksa meminum air sungai yang tercemar kotoran hewan. Ini harus menjadi pengingat bahwa krisis air bisa berujung pada bencana kesehatan.
Mencari Solusi yang Tidak Membebani
Selama ini, sebagian warga mencoba mengandalkan pompa berbahan bakar minyak atau generator listrik untuk menarik air dari sumur dan embung. Namun, solusi krisis air ini membutuhkan biaya perawatan yang tinggi, inilah mengapa solusi kekeringan dengan inovasi energi terbarukan mulai dilirik sebagai alternatif. Teknologi pompa air tenaga surya merupakan solusi yang relevan, karena tidak membutuhkan pasokan listrik PLN maupun bahan bakar.
Teknologi Pompa Tenaga Surya untuk Perbatasan
Pompa submersible bertenaga surya seperti yang dikembangkan oleh Rejaton dirancang untuk mengangkat air dari berbagai sumber tanpa biaya operasional besar. Versi AC/DC digunakan untuk operasi intensif dengan dua sumber energi, sedangkan versi DC tanpa baterai cocok untuk daerah terpencil yang mengandalkan cahaya matahari.
Solusi air bersih ini sudah digunakan dalam program air bersih di berbagai desa, termasuk proyek SPAM dan PAMSIMAS, serta inisiatif kemanusiaan dari LSM dan CSR perusahaan. Keunggulannya bukan hanya pada penghematan biaya, tetapi juga pada keberlanjutan pasokan air yang membuat warga tak lagi bergantung pada bantuan eksternal setiap musim kemarau.
Dari Krisis Menuju Kemandirian
Memastikan adanya solusi masalah air bersih di wilayah perbatasan akan memperkuat ketahanan wilayah dan kualitas hidup penduduknya. Dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, desa-desa di perbatasan bisa mandiri memenuhi kebutuhan air, mengurangi ketergantungan, dan menjaga produktivitas masyarakat tetap berjalan.
Jika diterapkan secara luas, solusi masalah kekeringan berupa pompa tenaga surya menjadi jembatan menuju masa depan di mana warga perbatasan tidak lagi berjalan hanya untuk setetes air.
